Biologi Komitmen ( part 2)

September 28, 2005 | |

Kevin ===  pria  ini susah  gak diajak  untuk berkomitmen ? ====

** sambungan yang kemaren *

Otak maskulin memang sebagian besar dimiliki  pria, lazimnya mempunyai kadar seretonin dan oxytocin yang rendah, corpus callosum kecil, dan pusat bahasa yang minim. Otak  ini sangat maskulin . Berlainan dengan otak kebanyakan  kaum wanita  yang dipenuhi seretonin dan oxytocin dengan  jumlah  yang tinggi, corpus callosum  yang besar  dan sejumlah  pusat bahasa. Otak  jenis  ini bisa disebut "sangat  feminim " dan kalo ada pada pria, disebut bridge brain.

Kandungan dalam otaknya  yang serbaminim oxytocin  dan seretonin, membuat  pria lebih berpikir  soal heroik. Mereka  hanya bisa fokus pada satu beban  atau pekerjaan. Punya hippocampus  yang kecil dan jalur saraf yang rendah terhadap pusat emosi membuat  kaum  pria bener-bener gak bergantung pada detail sensor dan kenagan seseorang. Akan lain halnya kalo pria punya bridge brain, dia akan muncul seperti streotype seorang wanita.

Ada  perbedaan secara  biologis antara  wanita dan pria, gak heran para  pria  punya  ketakutan gak  bisa menjalin ikatan  secara  insting, sosial, bahkan  biokimia dengan anak. Para  pria  harus bekerja keras untuk hal  yang sperti  itu.

Terakhir, pria  gak  punya jam biologis pada alat reproduksi nya, beda dengan wanita  yang mengalami masa monopause.

Kalo wanita punya dorongan dari dalam dirinya untuk menikah, punya kelurga, gak demikian dengan pria. Kecuali kalo faktor biologis  mendorong pikiran mereka. Dan tubuhnya melakukan uji komitmen sampai dia  bener-bener merasa yakin sekali, dan keinginan untuk berkomitmen semakin besar.

Dan kalo mereka  sudah gak yakin, jangan paksa mereka  untuk berkomitmen.

_________________________________________________________________________

* buat para pria…kita memang beda secara biologis…jangan heran juga kadang ngeliat wanita lebih ekspresif *


Comments



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind